Laba Elnusa Tumbuh Berkat Fokus di Hulu
15 Jan 2010
Elnusa adalah perusahaan jasa migas terintegrasi dan jasa penunjang migas. Elnusa yang merupakan anak usaha PT Pertamina ini, sudah berdiri sejak 39 tahun lalu. Tepatnya, 25 Januari 1969 dengan nama PT Electronika Nusantara
NERACA
Perseroan baru memakai nama Elnusa pada tanggal 8 Juni 1984, dan menjadi PT Elnusa Tbk pada tanggal 3 Februari 1997 (unlisted company). Hanya saja pada 29 Oktober 2001, emiten ini kembali menjadi perusahaan tertutup.Pada saat perusahaan ini didirikan, 25 lanuari 1969, Pertamina (saat itu masih PN Pertamina) memiliki 99,90 %. Di ujung tahun itu, 10 September 1969, kepemilikan saham Pertamina menjadi 100 %. Pada saat Elnusa menjadi PT Elnusa Tbk., saham milik Pertamina di Elnusa tinggal 66,67 %. Saat itu masuk pemilik saham institusi perusahaan yaitu PT Tri Daya Esta (33,33 %). Masuknya Tri Daya Esta adalah buah dari kebijakan Elnusa untuk meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan.
Perubahan komposisi pemilik saham terus berlangsung di Elnusa. Pada 10 Maret 2000. , Tri Daya Esta menjual 22.686.822 lembar sahamnya di Elnusa kepada PT Danareksa Daiwa NIF Ventures. Pemilik saham PT Danareksa Daiwa NIF Ventures adalah PT Danareksa (Persero). Selain Danareksa ada juga pemilik tain, yaitu Daiwa Securities Asia Holding BV, Nippon Investment Finance Co. Ltd., DZIA Holding, Ltd., dan Central Investment Holding Co. Ltd.Selanjutnya pada awal tahun 2008 Elnusa melakukan IPO, sehingga komposisi %tase kepemilikan saham Elnusa per tahun ini berubah dibandingkan posisi tahun 2007. Elnusa melepaskan 20% saham kepada publik. Tapi di antara 20% saham itu ada Program Alokasi Saham Karyawan dan Manajemen (Employee Stock Allocation Program/ESA) adalah penjualan saham Elnusa kepada peserta ESA, yaitu karyawan tetap dan pengurus (Manajemen) Elnusa dan anak perusahaan, kecuali Komisaris Independen.
Saham perdana emiten nomor 4 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini dicatatkan di bursa pada 6 Februari lalu dengan memakai kode ELSA. Sebelumnya, tiga emiten yang sudah listing di BEI adalah PT Bank Ekonomi Raharja Tbk. PT Bekasi Asri Pemula Tbk dan PTTri-wira Insanlestari Tbk.Setelah penawaran umum, kepemilikan publik menjadi sebesar 20% dan komposisi pemegang saham lainnya, Pertamina (Persero) 41,1%, PT Tri Daya Esta 37,15%, PT Danareksa Daiwa NIF Ventures 1,17%, PT Danareksa (Persero) 0,39%, Karyawan Elnusa 0,12%, Yayasan Hari Tua Elnusa 0,05%, dan Koperasi Karyawan Elnusa 0,01%.
Kinerja Usaha
Elnusa membukukan pertumbuhan laba bersih tahun 2008 sebesar 34% menjadi Rp 133,8 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp 100,1 miliar. Kenaikan laba bersih anak perusahaan Pertamina ini didukung oleh naiknya pendapatan usaha sebesar 21% dari Rp 2,1 triliun di 2007 menjadi Rp 2,5 triliun di 2008."Lonjakan pendapatan tersebut merupakan hasil dari strategi kami untuk fokus ke pengerjaan jasa hulu terintegrasi yang mempunyai prospek bisnis yang sangat bagus. Kami perkirakan pendapatan tahun 2009 ini akan lebih baik lagi," kata Direktur Utama ELSA, Eteng A. Salam.
Eteng menjelaskan, kontribusi pendapatan terbesar di tahun 2008 diperoleh dari pelaksanaan kontrak-kontrak baru jasa tersebut sebesar 66% dari total pendapatan perseroan atau sebesar Rp 1,68 triliun, dibandingkan tahun 2007 yaitu 53% atau sebesar Rp 1,12 triliun. Adapun sisa pendapatan diperoleh dari jasa penunjang hulu migas, jasa hilir migas, dan telematika penunjang migas. Sedangkan kegiatan survey seismik yang dilakukan oleh Geo-science Services (GSC) merupakan penyumbang terbesar di segmen jasa hulu migas terintegrasi yaitu sebesar 48%, disusul oleh Drilling Services (EDS) yang berfokus pada jasa pemboran dan penunjang pemboran, serta Oilfield Services (OFS) yang berkaitan dengan kegiatan perawatan sumur untuk meningkatkan produksi migas.
Prospek
Sebagai sebuah anak usaha, Elnusa faktanya memang masih tak lepas dari kebiasaan menyusu pada induknya. Mereka, misalnya, saat ini tengah mengincar beberapa kontrak dari PT Pertamina sebagai persiapan tender pengeboran.Analis BNI Sekuritas, M. Alfatih mengatakan, langkah pemerintah menggenjot produksi minyak untuk kebutuhan APBN akan berimbas positif terhadap kinerja Elnusa. Nilai kontrak perseroan bakal meningkat sehingga pendapatan usahanya akan lebih tinggi. "Selain itu, harga minyak yang tinggi secara langsung juga akan menaikan kontrak Elnusa ke depan," paparnya.
Apalagi perseroan juga cukup proaktif melakukan terobosan untuk mendongkrak pendapatan usahanya "Memang keuntungan yang didapat perusahaan jasa migas tidak sebesar produsen minyak. Meski demikian, bisnis EInus untuk jangka panjang tetap prospektif," tutur Alfatif.jadi keputusan Elnusa untuk melepas sahamnya ke Bursa Efek Indonesia pun cukup tepat Suntikan dana segar membuat Elnusa makin proaktif mendapatkan kontrak baru.
sumber :http://bataviase.co.id/detailberita-10519401.html
sumber :http://bataviase.co.id/detailberita-10519401.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar